Ok lah ini cerita untuk hari ini
Hari ini gue mengikuti kegiatan operet (open recruitment) calon HIMA (Himpunan mahasiswa). Bila dibandingkan dengan kelasnya yang berjumlah sekitar 17 kelas dan satu kelasnya berisi kira-kira 45 orang, calon anggota yang hadir hari ini begitu sedikit. Bila dihitung kurang lebih ada sekitar 25 orang. Hmm…
Jujur. Sebenarnya gue sama sekali nggak kepikiran untuk masuk HIMA. Tetapi bila dipikir-pikir lagi, dengan banyaknya waktu luang gue, gue mencoba saja untuk mencari kegiatan baru disamping silat dan posting. Tentu saja dengan kegitan yang berguna.
Selain itu di HIMA juga gue diajarkan berorganisasi dan bersosialisasi, juga manfaat lainnya. Tapi yang membuat gue tertarik itu di HIMA bakalan diajarkan public speaking. Ya kebetulan sekali, secara gue ingin banget bisa ngomong di depan banyak orang. Ya siapa tau juga gue bakalan jadi MC atau penyiar radio, lumayan kan buat tambah-tambah duit kuliah
. Itulah alasan mengapa gue ingin masuk HIMA.
Saatnya sesi perkenalan . Dalam sesi perkenalan ini kami ditanya satu per satu tentang hobi yang dimiliki, diantara mereka ada bermacam-macam hobi. Namun yang paling banyak diminati adalah hobi tidur. Ada ya hobi kayak gitu ??
Setelah mereka memperkenalkan diri, tiba saatnya gue untuk memperkenalkan diri. Saking garingnya susana, gue mencoba untuk mengkonyolkan diri. Okelah gak apa-apa, sebenarnya gue di kelas dikenal sebagai orang yang jaim, namun kali ini gue mencoba untuk menghangatkan suasana agar tidak garing. Perkenalan pertama gue dengan menyerukan kata “Hello ?” dengan nada yang konyol sambil melambaikan tangan kepada mereka yang melihat gue. Mereka tertawa dan muka gue merah luar biasa saking malunya karena gue gak pernah melakukan hal ini sebelumnya.
“Nama gue Budi, gue tinggal di cikadut wetan, hobi gue basket, baca, dan nulis. Udah ya segitu saja, dadah.”
Meskipun konyol tapi intinya gue bisa mengahangatkan suasana. Bukankah gue bercita-cita sebagai entertain. Kalau begitu gue harus bersikap sebagai entertainer sejati. Bukan begitu ?
Satu lagi. hari ini adalah hari terberat juga bagi gue. Gue bertanggung jawab penuh atas teman-teman gue yang tidak masuk hari ini, padahal mereka sudah mendaftarkan diri. Gue bertugas sebagai informan, menginformasikan apa saja kepada mereka yang tidak masuk operet. Gue yang harus bertanggung jawab karena gue dipilih, bukan dipilih sih, tetapi gue mengajukan diri sebagai ketua. Gue gak mau jadi ketua, tapi teman-teman gue serasa tidak peduli saja, mereka lebih baik diam daripada bergerak. Karena dari tiap kelas harus ada perwakilan sebagai ketua, terpaksa gue yang maju. It’s OK.















