Bos Pelit

Posted: 8 Februari 2010 in My Diary
Tag:

Sekitar 12 tahun lebih bokap gue mengabdi sebagai pegawai disalah satu perusahaan kontraktor di Jakarta. Tapi apa yang bokap gue dapat tidak sebanding dengan kesetiaannya dia terhadap perusahaannya itu.

Pertama kali bokap bekerja di perusahaan itu dijanjikannya kesejahteraan dan pelayanan rumah saki dijamin. Tetapi ketika gue masuk rumah sakit karena tipus, tak ada sepersenpun jaminan yang dia janjikan kepada bokap gue. Bokap dan nyokap gue beberapa kali meminta janjinya itu, tetapi tak ditanggapi. Sampai akhirnya sehari sebelum gue keluar rumah sakit mereka pusing sana sini untuk mengajukkan permohonan. Ada-ada saja alasannya

Gue pun keluar rumah sakit masih dengan keadaan lemah karena belum pulih betul. Kau tau, satu bulan lebih gue terbaring lemah. Benar-benar menyiksa. Dan satu hal yang perlu ditekankan kalau itu bukanlah biaya dari bos pelit itu, melainkan bokap nyokap pontang panting harus nyari sana sini.

Gue aja yang sakit stress, stress ngeliat orang tua gue kesulitan. Makanya gue sembuhnya lama banget. Sampai saat ini pun bos itu tetap pelit, koret tak tertanggungkan. Mentang-mentang bos.

Pasukses-sukses jeung urang sok…. tapi urang mah moal pelit.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s