Sekitar 12 tahun lebih bokap gue mengabdi sebagai pegawai disalah satu perusahaan kontraktor di Jakarta. Tapi apa yang bokap gue dapat tidak sebanding dengan kesetiaannya dia terhadap perusahaannya itu.
Pertama kali bokap bekerja di perusahaan itu dijanjikannya kesejahteraan dan pelayanan rumah saki dijamin. Tetapi ketika gue masuk rumah sakit karena tipus, tak ada sepersenpun jaminan yang dia janjikan kepada bokap gue. Bokap dan nyokap gue beberapa kali meminta janjinya itu, tetapi tak ditanggapi. Sampai akhirnya sehari sebelum gue keluar rumah sakit mereka pusing sana sini untuk mengajukkan permohonan. Ada-ada saja alasannya
Gue pun keluar rumah sakit masih dengan keadaan lemah karena belum pulih betul. Kau tau, satu bulan lebih gue terbaring lemah. Benar-benar menyiksa. Dan satu hal yang perlu ditekankan kalau itu bukanlah biaya dari bos pelit itu, melainkan bokap nyokap pontang panting harus nyari sana sini.
Gue aja yang sakit stress, stress ngeliat orang tua gue kesulitan. Makanya gue sembuhnya lama banget. Sampai saat ini pun bos itu tetap pelit, koret tak tertanggungkan. Mentang-mentang bos.
Pasukses-sukses jeung urang sok…. tapi urang mah moal pelit.















